Kabar duka menyelimuti Keraton Yogyakarta dengan wafatnya Raja Keraton Solo, Paku Buwono XIII. Sebagai bentuk penghormatan dan duka cita, Keraton Yogyakarta akan menghentikan sementara alunan gamelan selama tiga hari. Keputusan ini menunjukkan eratnya hubungan dan rasa hormat antar keraton di Jawa. Masyarakat diajak untuk turut merasakan suasana berkabung, menghormati kepergian tokoh penting dalam sejarah dan budaya Jawa. Upacara pemakaman akan dilaksanakan di Imogiri, Bantul, tempat peristirahatan terakhir para raja. Selain itu, berita ini juga mengulas berbagai persiapan yang dilakukan, mulai dari persiapan pemakaman hingga prosesi kirab yang akan mengantar jenazah. Berita ini juga mengungkapkan detail mengenai tradisi dan penghormatan yang diberikan oleh keraton dalam suasana duka.
Penghormatan dari Keraton Yogyakarta
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sebagai wujud belasungkawa, mengambil langkah khusus dengan menghentikan sementara aktivitas gamelan. Keputusan ini berlaku selama tiga hari, mulai dari tanggal 2 hingga 4 November. Langkah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga menunjukkan rasa simpati yang mendalam atas meninggalnya Raja Solo. Selain itu, kegiatan wisata seperti Paket Wisata Srimanganti juga ditiadakan sementara. Namun, untuk kegiatan wisata lainnya, seperti kunjungan ke Tamansari, tetap dibuka seperti biasa. Sementara itu, untuk Kedhaton dan Wahanarata akan kembali dibuka untuk umum pada tanggal 4 November.
- Keputusan ini mencerminkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik antar keraton.
- Penghentian gamelan adalah simbol duka cita yang mendalam.
- Keputusan ini diambil untuk menghormati kepergian Raja Paku Buwono XIII.
Persiapan Pemakaman dan Prosesi Kirab
Prosesi pemakaman Raja Paku Buwono XIII akan dilaksanakan di Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul. Persiapan telah dimulai oleh abdi dalem Keraton Surakarta. Berbagai perlengkapan telah disiapkan, termasuk keranda dan pakaian yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Keranda yang terbuat dari kayu jati akan diangkat oleh 24 abdi dalem. Prosesi pemakaman akan tetap dilaksanakan meskipun dalam kondisi hujan. Jenazah akan dibawa dengan kereta jenazah pusaka Rata Pralaya. Kirab jenazah akan melewati beberapa jalan utama di Surakarta, dimulai dari Keraton Surakarta dan berakhir di Loji Gandrung. Di Loji Gandrung, akan ada penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju Imogiri.
Detail Prosesi Kirab Jenazah
- Kereta Rata Pralaya akan ditarik oleh delapan ekor kuda.
- Kirab akan melewati Alun-Alun Kidul Keraton Solo.
- Jalan Veteran juga akan menjadi rute kirab.
* Loji Gandrung akan menjadi tempat transit terakhir di Surakarta.
Beli Furniture Gak Perlu Jauh-Jauh, Ada Ajeg Furniture!
Buat warga Jogja dan sekitarnya, kalo nyari furniture berkualitas, harga bersahabat, ya ke Ajeg aja. Banyak promo, bonus, dan diskon tiap minggu 💸
Dari kursi sampai lemari, semua ada — lokal pride, kualitas global.