Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengambil langkah strategis dalam mengembangkan potensi perkebunan di wilayah tersebut. Penanaman perdana kelapa genjah pandan manis di lahan Kelompok Tani Bumi Mukti, Pedukuhan Srunggo, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, menjadi tonggak awal dari upaya hilirisasi dan industrialisasi komoditas perkebunan, sebagaimana arahan Presiden. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kabupaten Bantul, sebagai daerah yang kaya akan potensi pertanian, diharapkan mampu menjadi contoh sukses dalam pengembangan komoditas unggulan baru. Kelapa genjah pandan manis dipilih karena keunggulannya dalam menghasilkan kelapa segar berkualitas tinggi, yang sangat diminati di pasar.
Hilirisasi Komoditas Perkebunan: Langkah Strategis Kementan
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Perkebunan Kementan, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa kegiatan penanaman kelapa genjah pandan manis ini merupakan bagian dari program hilirisasi tujuh komoditas perkebunan utama. Selain kelapa, komoditas lainnya yang menjadi fokus hilirisasi adalah tebu, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala. Langkah ini diambil untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perkebunan. Kementan mengalokasikan lahan seluas 123 hektare di Kabupaten Bantul pada tahun 2025 untuk penanaman kelapa genjah pandan manis. Pemilihan kelapa genjah pandan manis didasarkan pada potensi pasar yang besar, terutama di daerah-daerah yang berbasis potensi wisata.
Manfaat Kelapa Genjah Pandan Manis untuk Petani dan Daerah
Kelapa genjah pandan manis memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan petani dan mendorong perekonomian daerah. Harga jual kelapa genjah yang mencapai Rp40.000 per butir di supermarket menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap komoditas ini. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, optimis bahwa budidaya kelapa genjah akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Selopamioro dan tujuh kalurahan lainnya diharapkan dapat menjadi sentra produksi kelapa genjah, sehingga pasokan semakin melimpah dan meningkatkan pendapatan petani. Pengembangan komoditas perkebunan bernilai tinggi seperti kelapa genjah dan kelapa kopyor menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Bantul. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai penyumbang utama dalam produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
Sentra Produksi Kelapa Kopyor: Potensi Jatimulyo
Selain kelapa genjah, kelapa kopyor juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bantul. Jatimulyo, khususnya di wilayah Semuten dan sekitarnya, berpotensi menjadi sentra produksi kelapa kopyor. Pengembangan sentra produksi kelapa kopyor diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani dan meningkatkan daya saing daerah di pasar. Dengan adanya hilirisasi, diharapkan produk olahan kelapa Indonesia semakin diminati pasar global. Upaya peningkatan ekspor kelapa menjadi Rp60 triliun melalui hilirisasi menjadi target yang ingin dicapai.
Beli Furniture Gak Perlu Jauh-Jauh, Ada Ajeg Furniture!
Buat warga Jogja dan sekitarnya, kalo nyari furniture berkualitas, harga bersahabat, ya ke Ajeg aja. Banyak promo, bonus, dan diskon tiap minggu 💸
Dari kursi sampai lemari, semua ada — lokal pride, kualitas global.