Kulon Progo, sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, menorehkan prestasi gemilang dalam dunia literasi. Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional, daerah ini dinobatkan sebagai yang terbaik di DIY dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) mencapai angka 96. Capaian ini tidak hanya melampaui rata-rata nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan. Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Kulon Progo juga tergolong tinggi, mencapai 74, mengindikasikan tingginya minat baca di kalangan masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari upaya berkelanjutan dalam mendorong budaya membaca dan menulis. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan Expo Literasi Menoreh 2025 yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkreasi dan mengapresiasi karya sastra lokal.
Expo Literasi Menoreh: Mendorong Minat Baca dan Kreativitas
Expo Literasi Menoreh 2025, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulon Progo, menjadi agenda penting dalam upaya meningkatkan budaya literasi. Acara yang berlangsung selama lima hari ini, diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti pameran buku, bedah buku, pentas seni tari, bimbingan baca nyaring, serta pelatihan video kreatif. Tujuan utama dari expo ini adalah untuk memperkuat semangat membaca dan menulis di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan komunitas dan sekolah, tetapi juga pegiat literasi, menciptakan sinergi positif dalam memajukan dunia literasi di Kulon Progo.
Peran Bupati dan DPK dalam Memajukan Literasi
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian indeks literasi daerahnya. Ia menekankan pentingnya buku sebagai sumber ilmu dan mendorong masyarakat untuk terus membaca. Bupati juga berpesan agar generasi muda mencintai buku dan menulis sejarah daerah agar tidak hilang termakan waktu. Selain itu, Bupati meminta DPK untuk terus berinovasi, terutama dalam pengelolaan arsip digital, guna melestarikan pengetahuan dan warisan literasi. Kepala DPK Kulon Progo, Drs. Duana Heru Supriyanta, M.M., menjelaskan bahwa Expo Literasi Menoreh adalah langkah konkret dalam memperluas gerakan membaca dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi.
Dukungan dari Perpustakaan Nasional dan Dampak Positif Literasi
Apresiasi juga datang dari Perpustakaan Nasional RI. Perwakilan Perpusnas, Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si., menggarisbawahi bahwa tema Expo Literasi Menoreh sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi. Ia juga menyampaikan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang membangun kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan literasi daerah melalui indikator IPLM dan TGM sebagai dasar penguatan kebijakan nasional.
Penghargaan dan Dampak Literasi Berkelanjutan
Penutupan Expo Literasi Menoreh 2025 ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba perpustakaan kalurahan. Kalurahan Hargorejo meraih juara pertama, disusul oleh Kalurahan Sidoharjo dan Sukoreno. Keberhasilan Kulon Progo dalam bidang literasi membuktikan bahwa investasi pada pengetahuan dan budaya membaca memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat fondasi kemajuan daerah secara keseluruhan.
- Meningkatkan Kualitas SDM: Membaca memperkaya pengetahuan dan keterampilan.
- Memperkuat Fondasi Daerah: Literasi mendorong pembangunan berkelanjutan.
* Menciptakan Masyarakat Berpengetahuan: Buku adalah jendela dunia, mari membaca!
Beli Furniture Gak Perlu Jauh-Jauh, Ada Ajeg Furniture!
Buat warga Jogja dan sekitarnya, kalo nyari furniture berkualitas, harga bersahabat, ya ke Ajeg aja. Banyak promo, bonus, dan diskon tiap minggu 💸
Dari kursi sampai lemari, semua ada — lokal pride, kualitas global.