TPR Pantai Bantul Gagal: Tenda Bocor & Risiko Kecelakaan

TPR Pantai Bantul Gagal: Tenda Bocor & Risiko Kecelakaan

Pindahan lokasi Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di Pantai Selatan Bantul menimbulkan ketegangan antara petugas lapangan dan Dinas Pariwisata. Sejak operasional Jembatan Pandansimo, pemerintah daerah berusaha meminimalisir kebocoran retribusi wisata dengan memindahkan TPR lama dari Jalan Parangtritis ke area lebih strategis di sisi selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Namun, solusi sementara berupa tenda darurat di pantai belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan petugas. Kondisi cuaca ekstrem, angin kencang, dan jalur sempit menambah beban kerja petugas yang tersebar di 22 titik. Kritik utama menyoroti fasilitas yang tidak layak, kurangnya perlindungan dari panas dan hujan, serta risiko kecelakaan di jalan satu arah. Petugas mengharapkan pembangunan TPR semi permanen yang memadai, terutama menjelang musim hujan. Pemerintah daerah diharapkan menindaklanjuti keluhan ini dengan penyesuaian lokasi, peningkatan fasilitas, dan alokasi personel yang seimbang.

Pindahan Lokasi TPR di Pantai Selatan

Setelah Jembatan Pandansimo dibuka, TPR lama di Jalan Parangtritis dipindahkan ke dekat makam Syekh Bela-Belu, utara JJLS. Pindahan ini dimaksudkan untuk menekan potensi kebocoran retribusi wisata. Namun, pergeseran lokasi menimbulkan tantangan logistis bagi petugas. Jalan menuju TPR baru sempit dan sering dilalui kendaraan cepat. Petugas harus menyesuaikan diri dengan kondisi jalan yang tidak rata, serta mengatasi risiko kecelakaan. Meskipun tujuan strategisnya jelas, implementasinya masih memerlukan penyesuaian.

Tenda Darurat dan Kondisi Kerja Petugas

Di sepanjang pantai, TPR darurat berupa tenda didirikan. Petugas melaporkan kondisi tenda tidak layak: tidak cukup perlindungan dari panas terik maupun hujan lebat. Angin kencang berpotensi memicu tenda runtuh. Petugas sering bekerja di bawah hujan deras, membuat retribusi basah kuyup. Selain itu, jumlah petugas terbagi di banyak titik, sehingga beberapa area ramai tidak mendapat petugas, sementara area sepi tetap beroperasi. Hal ini menimbulkan ketidakmerataan distribusi tenaga kerja.

Pengaruh Jembatan Pandansimo dan Jalan Lintas Selatan

Jembatan Pandansimo dan JJLS menjadi titik strategis bagi alur wisata. Namun, jalur satu arah di TPR baru menambah risiko kecelakaan. Banyak kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi tanpa tanda peringatan. Petugas mengingatkan bahwa situasi ini tidak aman, terutama bagi pengunjung yang menunggu di area TPR. Peningkatan fasilitas jalan, seperti penanda arah dan penghalang, diperlukan agar petugas dapat beroperasi tanpa gangguan.

Kritik terhadap Fasilitas TPR Baru

Koordinator TPR Induk Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, menilai TPR baru kurang representatif dibandingkan TPR lama. Fasilitas terbatas dan jalur sempit membuat petugas terpapar panas dan hujan. Selain itu, satu jalur yang dilalui kendaraan cepat menambah risiko kecelakaan. Kritik ini menyoroti perlunya evaluasi ulang desain fasilitas TPR, agar dapat menampung volume pengunjung dan petugas dengan aman.

Usulan Pembangunan TPR Semi Permanen

Petugas mengusulkan pembangunan TPR semi permanen di lokasi baru. Fasilitas yang lebih baik akan meningkatkan kenyamanan dan kinerja petugas, khususnya menjelang musim hujan. Usulan ini mencakup struktur bangunan tahan cuaca, ruang kerja yang cukup, dan akses jalan yang aman. Dengan fasilitas yang memadai, petugas dapat melayani pengunjung dengan lebih efektif, meminimalisir risiko kebocoran retribusi, dan menjaga keamanan di area pantai.

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

Pindahan TPR Pantai Selatan menimbulkan ketidaknyamanan bagi petugas. Kritik terhadap tenda darurat, jalur sempit, dan kurangnya perlindungan menyoroti perlunya perbaikan fasilitas. Pemerintah daerah diharapkan menindaklanjuti keluhan dengan pembangunan TPR semi permanen, peningkatan akses jalan, dan penyesuaian alokasi petugas. Dengan langkah ini, diharapkan retribusi wisata dapat dipungut secara efisien dan aman, sekaligus meningkatkan pengalaman pengunjung Pantai Selatan Bantul.

Ajeg Furniture

Beli Furniture Gak Perlu Jauh-Jauh, Ada Ajeg Furniture!

Buat warga Jogja dan sekitarnya, kalo nyari furniture berkualitas, harga bersahabat, ya ke Ajeg aja. Banyak promo, bonus, dan diskon tiap minggu 💸

Dari kursi sampai lemari, semua ada — lokal pride, kualitas global.

Total
0
Shares
Related Posts