Kabar duka datang dari Surakarta. Raja Pakubuwana XIII dari Keraton Surakarta Hadiningrat berpulang pada Minggu pagi, 2 November 2025. Kabar ini tentu saja menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa, Keraton Yogyakarta mengambil langkah cepat dengan menghentikan beberapa aktivitas internal dan menutup sebagian area publik. Langkah ini juga menjadi simbol penghormatan kepada almarhum raja. Keraton Yogyakarta menunjukkan sikap solidaritas dengan menunda sejumlah kegiatan dan menutup akses ke beberapa area penting. Keputusan ini mencerminkan rasa hormat dan empati dari Keraton Yogyakarta terhadap keluarga Keraton Surakarta. Upacara keagamaan dan tradisi adat akan diselenggarakan untuk menghormati mendiang raja. Gamelan yang biasanya mengalun merdu di kompleks keraton, kini dihentikan sementara. Semua ini dilakukan sebagai wujud penghormatan terakhir kepada mendiang raja dan sebagai bentuk solidaritas dari kerabat keraton lainnya.
Dampak Kematian Raja Terhadap Pariwisata Yogyakarta
Sebagai bagian dari langkah berkabung, Keraton Yogyakarta telah memutuskan untuk menghentikan sementara beberapa kegiatan pariwisata. Salah satu yang paling terasa adalah dihentikannya permainan gamelan di lingkungan keraton. Musik tradisional gamelan yang biasanya menghiasi suasana keraton, untuk sementara waktu ditiadakan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang raja. Selain itu, paket tur Srimanganti juga tidak akan tersedia selama masa berkabung ini. Ini berarti para wisatawan tidak dapat menikmati keindahan area Srimanganti. Kompleks Keraton Yogyakarta dan area Wahanarata juga ditutup untuk umum. Penutupan ini berlaku mulai hari Minggu hingga Selasa, dan baru akan dibuka kembali pada Selasa, 4 November 2025. Perubahan ini tentu saja akan berdampak pada rencana perjalanan para wisatawan yang ingin mengunjungi Yogyakarta.
Perubahan Jadwal Kunjungan Wisatawan
Informasi ini penting bagi wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke Yogyakarta. Bagi mereka yang berencana mengunjungi kompleks keraton, diharapkan untuk menyesuaikan jadwal kunjungan. Meskipun beberapa area ditutup, ada kabar baik. Paket wisata Kagungan Dalem Tamansari tetap buka seperti biasa. Wisatawan masih bisa menikmati keindahan Tamansari dengan jadwal operasional seperti biasa, yaitu dari pukul 08.30 hingga 14.30 WIB. Dengan adanya perubahan ini, wisatawan diharapkan untuk selalu memantau informasi terbaru mengenai jadwal kunjungan. Hal ini penting agar perjalanan wisata tetap berjalan lancar dan sesuai rencana. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui berbagai sumber, termasuk pengumuman resmi dari pihak keraton atau informasi dari agen perjalanan.
Penghormatan dan Belasungkawa Keraton Yogyakarta
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kehadiran Raja Hamengku Buwono X dan permaisuri, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, untuk memberikan penghormatan. Namun, Keraton Yogyakarta telah mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa kepada Keraton Surakarta. Hal ini menunjukkan eratnya hubungan dan rasa hormat di antara kedua keraton. Ditya Nanaryo Aji, selaku Spesialis Hubungan Masyarakat Pemerintah Daerah Yogyakarta, juga menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima informasi mengenai rencana kunjungan Sultan. Meskipun demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Keraton Yogyakarta sudah cukup menunjukkan rasa duka dan penghormatan. Keputusan untuk menghentikan aktivitas wisata dan menutup beberapa area publik adalah bentuk nyata dari penghormatan tersebut. Keraton Yogyakarta memberikan contoh bagaimana menghormati tokoh penting dan menjaga nilai-nilai budaya di tengah suasana duka.
Beli Furniture Gak Perlu Jauh-Jauh, Ada Ajeg Furniture!
Buat warga Jogja dan sekitarnya, kalo nyari furniture berkualitas, harga bersahabat, ya ke Ajeg aja. Banyak promo, bonus, dan diskon tiap minggu 💸
Dari kursi sampai lemari, semua ada — lokal pride, kualitas global.