Pada hari Jumat, 21 November, Yogyakarta menjadi saksi pertemuan penting antara sekitar seratus lima puluh pemuka agama Kristen dan Katolik dengan Polda DIY di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Bener. Acara dialog kamtibmas ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta membahas persiapan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pertemuan yang dipimpin oleh Dirbinmas Polda DIY, Tri Panungko, ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah DIY. Kehadiran para pemuka agama dari berbagai pelosok daerah, mulai dari Gunung Kidul hingga Kulon Progo, menegaskan betapa pentingnya forum ini bagi semua pihak. Rangkaian acara ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga dalam merayakan hari besar keagamaan.
Peran Penting Pemuka Agama dalam Dialog Keamanan
Forum dialog kamtibmas ini menjadi sarana krusial bagi para pemuka agama untuk memahami arah kebijakan keamanan yang akan diterapkan. Dalam sambutannya, Pendeta Agus Haryanto, Ketua BKSADK DIY, menekankan keseriusan semua pihak dalam menjaga keamanan bersama. Pertemuan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Pembahasan mengenai situasi kamtibmas di wilayah DIY menjadi agenda utama, dengan penekanan pada pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Kehadiran Dirbinmas Polda DIY memberikan kesempatan bagi para pemuka agama untuk mendapatkan informasi langsung mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam menjaga keamanan selama periode Natal dan Tahun Baru.
- Keterlibatan Aktif: Pemuka agama diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada jemaatnya.
- Koordinasi Intensif: Peningkatan koordinasi antara gereja dan kepolisian menjadi kunci sukses dalam menjaga stabilitas keamanan.
- Pencegahan Dini: Upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas sangat penting.
Silaturahmi dan Dukungan untuk Kapolda
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi yang sangat penting antara para pemuka agama dan pihak kepolisian. Meskipun Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, berhalangan hadir karena tugas negara, kehadirannya sangat dinantikan. Ketua Panitia, Joko Pamungkas, membacakan pantun khusus yang dibuat untuk Kapolda, yang disambut hangat oleh para peserta. Hal ini menunjukkan dukungan dan apresiasi dari para pemuka agama terhadap upaya kepolisian dalam menjaga keamanan. Forum ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi dan menciptakan hubungan yang harmonis antara gereja dan kepolisian. Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta dapat berjalan lancar, aman, dan damai bagi semua.
Mengamankan Perayaan Natal dan Tahun Baru
Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah koordinasi persiapan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dirbinmas Polda DIY, Tri Panungko, menyampaikan pentingnya menjaga keamanan Yogyakarta yang merupakan investasi penting bagi pariwisata, sosial, dan ekonomi. Beliau menitipkan pesan agar jemaat tidak terseret dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban. Pertemuan ditutup dengan doa lintas gereja yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan. Selain itu, ditekankan pula pentingnya penguatan peran pemuka agama dalam menjaga kerukunan sosial. Dengan adanya kerja sama yang solid antara gereja dan kepolisian, diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru di DIY akan berlangsung dengan aman, damai, dan penuh sukacita.
Beli Furniture Gak Perlu Jauh-Jauh, Ada Ajeg Furniture!
Buat warga Jogja dan sekitarnya, kalo nyari furniture berkualitas, harga bersahabat, ya ke Ajeg aja. Banyak promo, bonus, dan diskon tiap minggu 💸
Dari kursi sampai lemari, semua ada — lokal pride, kualitas global.